Kelemahan ONIC Dieksploitasi BTR, Ini Masalah Utama Tim Landak

Kelemahan ONIC Dieksploitasi BTR, Ini Masalah Utama Tim Landak

Mobile Legends
26 August 2026
1 views
  • BTR kembali menunjukkan formula efektif untuk meredam agresivitas ONIC.
  • Kiting menjadi senjata utama Bigetron dalam membalikkan momentum team fight.
  • Refleks cepat Sanz justru beberapa kali dimanfaatkan BTR untuk memancing blunder.
  • ONIC harus menemukan solusi agar gaya bermain agresif mereka tidak terus dieksploitasi BTR.
  • Ayo top up diamond MLBB kalian di Dunia Games sekarang.

Penulis: Redzi Arya Pratama

ONIC Esports kembali harus mengakui keunggulan Bigetron Alpha setelah kedua tim bertemu pada Week 2 MPL ID S18. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Bigetron berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas sang juara bertahan. Hasil tersebut bukan sekadar tambahan poin bagi BTR, tetapi juga memperpanjang dominasi mereka atas ONIC dalam beberapa pertemuan terakhir.

Kekalahan ini menjadi yang kelima secara beruntun bagi ONIC ketika berhadapan dengan Bigetron sejak musim lalu. Tiga kekalahan terjadi di MPL ID S17, termasuk pada partai Grand Final yang menjadi salah satu duel paling penting musim tersebut. Setelah itu, BTR kembali mengalahkan ONIC di final Games of the Future (GOTF) 2026, sebelum akhirnya kembali meraih kemenangan pada MPL ID S18.

Rangkaian hasil tersebut tentu menarik karena ONIC bukanlah tim sembarangan. Dengan materi pemain berkualitas dan gaya bermain agresif yang menjadi identitas mereka, ONIC biasanya mampu membuat lawan kesulitan sejak early game. Namun, Bigetron justru tampaknya telah menemukan formula yang tepat untuk meredam sekaligus membalikkan kekuatan utama Tim Landak.

Hal tersebut juga menjadi sorotan Steven Age, streamer sekaligus mantan pelatih EVOS, dalam konten analisis MPL Todak. Age melihat ada pola tertentu dalam permainan ONIC yang terus berhasil dimanfaatkan Bigetron. Salah satu kunci utamanya adalah bagaimana BTR menghadapi agresivitas ONIC dengan teknik kiting yang sangat efektif.

Menurut Age, permasalahan ONIC bukan sekadar soal kalah dalam mekanik atau draft. Ada pola permainan yang membuat agresivitas ONIC justru dapat menjadi bumerang ketika mereka menghadapi lawan yang mampu bertahan dengan disiplin. Bigetron menunjukkan kemampuan tersebut secara konsisten, sehingga serangan ONIC tidak selalu menghasilkan keuntungan seperti yang mereka harapkan.

Kelemahan ONIC yang Dimanfaatkan BTR

Kelemahan ONIC

Salah satu kekuatan utama ONIC adalah keberanian mereka untuk melakukan pressure dan membuka team fight. Ketika Tim Landak mulai menyerang secara agresif, sebagian besar tim biasanya akan memilih mundur atau memberikan ruang karena tidak ingin terjebak dalam pertarungan yang merugikan.

Namun, pendekatan tersebut tidak dilakukan Bigetron. Alih-alih langsung mundur ketika ONIC melakukan pressure, BTR justru memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan kiting. Mereka menjaga jarak, menghindari damage utama lawan, kemudian perlahan membalas serangan ketika posisi ONIC mulai tidak ideal.

Kiting menjadi sangat efektif karena membuat ONIC kesulitan mendapatkan target yang mereka inginkan. Serangan agresif yang seharusnya menciptakan keunggulan justru dapat membuat formasi ONIC semakin terbuka. Pada momen inilah Bigetron melakukan fightback dan mengubah situasi menjadi keuntungan mereka.

Pola tersebut juga berkaitan dengan kemampuan mekanik pemain ONIC, terutama Sanz. Pemain yang dikenal memiliki refleks luar biasa tersebut biasanya mampu mengambil keputusan cepat ketika terjadi team fight. Akan tetapi, menurut Age, kelebihan tersebut justru bisa dimanfaatkan BTR dengan memancing respons cepat dari Sanz.

Ketika ONIC merasa memiliki momentum untuk mengejar atau menghabisi lawan, Bigetron mampu memberikan respons yang membuat mereka harus terus menyesuaikan posisi. Dalam situasi seperti ini, refleks cepat justru berpotensi menghasilkan keputusan yang terlalu agresif. Satu langkah yang kurang tepat dapat berubah menjadi blunder dan membuka peluang bagi BTR untuk melakukan counterattack.

Inilah yang membuat kemenangan Bigetron atas ONIC terasa bukan sebagai kebetulan. Tim Robot seolah sudah memahami bagaimana cara menghadapi identitas permainan ONIC. Mereka tidak perlu memenangkan setiap bentrokan sejak awal, tetapi cukup bertahan, melakukan kiting, dan menunggu momen ketika agresivitas ONIC berubah menjadi kelemahan.

Jika pola tersebut terus terjadi, ONIC tentu membutuhkan penyesuaian. Tim Landak harus memiliki alternatif ketika pressure mereka tidak berhasil menghasilkan eliminasi atau objektif. Kemampuan untuk menahan diri, membaca kiting lawan, dan memilih kembali momentum team fight menjadi pekerjaan rumah penting bagi ONIC.

Lima kekalahan beruntun dari BTR menunjukkan bahwa masalah ini sudah berlangsung cukup lama. MPL ID S17, Grand Final, final GOTF 2026, hingga MPL ID S18 memperlihatkan pola yang hampir serupa. Jika ONIC ingin kembali menjadi tim yang dominan, mereka harus menemukan solusi agar agresivitas tidak lagi menjadi senjata yang justru digunakan Bigetron untuk mengalahkan mereka.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti FacebookInstagramTikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile LegendsFree FireCall of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.